Increase font size Decrease font size Default font size blue color orange color green color Email

UPDATE BENCANA LAHAR DINGIN TERJANG KALI PUTIH, MINGGU 20/11/2011 PUKUL 14.15

 
BNPB_Indonesia
BNPB_Indonesia

RELAWAN 

 

 

Bulan PRB 

 

Rekapitulasi Bencana 


2010

Link Terkait 

BPBD Nasional Internasional NGO

Jumlah Pengunjung 

: 563.472 : 2.515
: 1.834 : 3.754
: 2.776 : 1.254
: 658 : 643
: 696 : 710
: 338 : 397
: 927 : 1.678
: 153 : 143
  Lainnya:22.993
  Total :604.911
KUNJUNGAN KERJA KEPALA BNPB BERSAMA TIGA MENTERI
24-Jan-2011 12:00

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr. Syamsul Maarif, M.Si. bersama Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Dr. H.R. Agung Laksono, Menteri Sosial Dr. H. Salim Segaf Al-Jufrie,  Menteri Pertanian Ir. H. Suswono, MMA, dan Wakil Menteri Pekerjaan Umum Achmad Hermanto Dardak melakukan kunjungan kerja di beberapa wilayah terkait pasca letusan Gunung Merapi di Provinsi D.I. Yogyakarta dan Jawa Tengah, Minggu (23/1). Deputi Bidang Penanganan Darurat Ir. Soetrisno, M.Eng, Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Ir. Sugeng Triutomo, DESS, dan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Dr. Sutopo Purwo Nugroho mendampingi Kepala BNPB pada kunjungan tersebut. Sementara itu, turut hadir Gubernur Provinsi Jawa Tengah Bibit Waluyo dan Asisten Administrasi Umum Provinsi DI Yogyakarta, Drs. Isyahnuri serta pejabat terkait di tingkat provinsi dan kabupaten pada kunjungan kerja tersebut.

Kunjungan diawali dengan peninjauan lokasi terdampak banjir lahar dingin di Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Sebelum menuju lokasi terdampak banjir lahar dingin, rombongan diterima Gubernur Jawa Tengah dan pejabat pemerintah daerah setempat di SDN Jumoyo 2. Para Menteri dan Kepala BNPB menyempatkan bertemu dengan para pengungsi yang sementara ini ditampung di sekitar sekolah tersebut. Sementara itu, Menko Kesra mengatakan bahwa pihaknya akan memulihkan keadaan pasca bencana ini, seperti misalnya perbaikan infrastruktur dan rumah-rumah. Terkait dengan pemulihan perekonomian, Agung Laksono berkata “Tanaman kelapa, salak, dan ternak akan mendapatkan perhatian”. Kepala BNPB menambahkan bahwa pemerintah akan membangun hunian sementara (huntara) bagi korban yang rumahnya rusak akibat banjir lahar dingin. “Tapikita juga harus ingat dengan mereka korban erupsi Merapi yang terjadi sebelumnya, itu juga harus tetap kita tangani”, ujar Syamsul Maarif

Banjir lahar dingin pada tanggal 3 dan 5 Januari 2011 di Kali Putih telah mengakibatkan penumpukan material setinggi 2,5 m di badan jalan Yogyakarta-Magelang Km 23 sehingga jalur ini sempat terputus. Banjir juga merusakkan rumah-rumah dan kios-kios di Dusun Jumoyo, Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Sampai dengan hari Minggu (23/1) ruas jalan dari kedua arah masih tampak macet. BNPB bersama kementerian terkait mengupayakan normalisasi sungai dan peningkatan kapasitas bangunan sabo untuk mengatasi tumpahan material vulkanik di sepanjang Kali Putih ini.

Selanjutnya rombongan menuju perkebunan salak di Dusun Cabe Lor, Desa Srumbung, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. Program penyelamatan tanaman salak mencakup sekitar 4.000 ha di Kabupaten Sleman dan Magelang. Penyelamatan tanaman salak ini merupakan upaya terobosan dalam rangka pemulihan ekonomi lokal. Melalui program ini, 10 juta rumpun tanaman salak dapat diselamatkan. Program dilaksanakan dengan pola padat karya atau cash for work yang melibatkan masyarakat dengan upah Rp 5.000,00 per hari per orang.   

Kemudian para Menteri dan Kepala BNPB melanjutkan peninjauan stock ternak atau kandang ternak bersama Sedyo Makaryo 2 yang berlokasi di Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman. Penampungan bersama ini bermanfaat untuk pengembangan bersama kelompok ternak sapi perah serta mempermudah pengevakuasian hewan ternak apabila terjadi bencana Merapi. Pasca bencana letusan Gunung Merapi, pemerintah melakukan pembelian 291 ekor sapi dan penggantian sapi mati sebanyak 4.007 ekor sapi di Provinis DI Yogyakarta dan Jawa Tengah.  

 

Rombongan mengakhiri kunjungan kerja di hunian sementara (huntara) di Desa Kuang, Kec. Argo Mulyo, Kabupaten Sleman.  Huntara yang berlokasi di Kuang dan menampung 261 unit ini dilengkapi oleh fasilitas air bersih, bale warga, mushola, dan kolam ikan. Sumber dana pembangunan huntara ini berasal dari BNPB, TNI, dan Baznas.

Sumber :Pusdatinmas
Share
Kirim Komentar
Nama  : 
Email  : 
Komentar  : 

SHAKEMAP TERKINI 

Peringatan Dini 

Waspada untuk wilayah yang berpotensi hujan lebat, berlaku tanggal 22 November 2011 - 24 November 2011, di : NAD bagian Utara, Sumatera Utara bagian Barat, Sumatera Barat bagian Barat, Kalimantan Timur bagian Utara, Maluku Utara bagian Selatan, Papua bagian Utara. Dan wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang, di : Bengkulu bagian Barat, Lampung bagian Barat, Banten bagian Timur dan Utara, Jabodetabek, Jawa Barat bagian Utara dan Selatan, Jawa Tengah bagian Selatan, Sulawesi Tengah bagian Timur, Sulawesi Tenggara bagian Selatan, Papua Barat bagian Barat.

Status Gunung Api 

4 Gunung Berstatus Siaga
17 Gunung Berstatus Waspada
Nama Gunung
Terhitung Tanggal
led_orange_blink Papandayan
13 Agustus 2011
led_orange_blink Karangetang 8 Agustus 2011
led_orange_blink Lokon
24 Juli 2011
led_orange_blink Krakatau
30 September 2011
led_orange_blink Anak Ranakah
22 Oktober 2011
led_orange_blink Tambora
10 Oktober 2011
Selengkapnya

Keterangan :

 led_orange_blink Waspada
 led_orange_blink Siaga
 led_red_blink Awas

 

Prakiraan Cuaca 

Pusdalops :
Telp : 021-3458400
Fax : 021-3458500
Email : posko@bnpb.go.id
BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA
Jl. Ir.H.Juanda No. 36
Telp. 021-3442734, 3442985, 3443079
Fax. 021-3505075
Email. contact@bnpb.go.id